Bandung, kota yang katanya lahir saat Tuhan sedang tersenyum. Kota ini jadi kawah candradimuka bagi para insan kreatif. Dari musisi, desainer, penulis, sampai developer, semua tumplek di sini. Tapi di balik gemerlap ide dan karya yang lahir, ada sisi lain yang seringkali terabaikan: tekanan. Deadline numpuk, revisi tiada henti, sampai ekspektasi klien yang kadang *out of the box*. Akibatnya? Rungsing, stres, cemas, bahkan burnout jadi teman akrab sehari-hari.
Padahal, kreativitas itu ibarat tanaman. Perlu disiram, dipupuk, dan diberi cahaya yang cukup. 'Pupuk' dan 'cahaya' bagi para kreator adalah kesehatan mental yang terjaga dan work-life balance yang seimbang. Tanpa keduanya, ide sebagus apapun bisa mandek. Nah, artikel ini bukan buat nakut-nakutin, tapi justru buat ngajak barudak kreatif Bandung buat lebih peduli sama diri sendiri. Hayu urang bahas tuntas jurus-jurus jitu biar tetap waras, produktif, dan tentunya, terus bisa berkarya dengan bahagia.

